[Gm], Simplified

Simplified means Dogolized, Dogolized is a word that I use when I look at something from a naive point of view…

Dogol Bicara Papan Penunjuk Berjas

Apa kesan kawan mengenai seseorang yang mengenakan kemeja, dasi dan jas? Kawan bilang sih itu pasti seseorang dengan pekerjaan yang mentereng dan bona fide. Kesan yang diberikan adalah serius, formal, tegas dan keren.

Iya kah?

Di Indonesia mungkin begitu. Orang yang berkemeja, berdasi dan berjas rapi identik dengan pekerjaan kantoran yang prestige dan kelas atas. Kaum eksekutif, katanya.

Sepertinya tidak begitu kalau di Jepang. Jas komplit itu sudah seperti baju seragam. Sudah menjadi bagian dari budaya. Coba tengok stasiun kereta pada jam masuk kerja. Hampir semua calon penumpang (laki-laki) mengenakan kemeja, dasi dan jas. Semua salary-man hampir pasti menggunakan jas — biasanya berwarna hitam.

Semua! Mulai dari para bos, pegawai kantoran sampai dengan pembawa-papan-penunjuk-di-pinggir-jalan.

Hah? Pembawa-papan-penunjuk-di-pinggir-jalan?

.

Iya, pembawa-papan-penunjuk-di-pinggir-jalan. Seseorang yang bekerja/dibayar untuk memegang sebuah papan penunjuk arah.

.

Hujan turun, tapi kewajiban adalah kewajiban. Kerja harus jalan terus.

papanjas1

.

Masih di lokasi yang sama, tapi di hari yang lain — dari sudut yang berbeda. Orangnya juga sudah berganti.

papanjas2

.

Tanpa bermaksud membawa isu gender, ada juga yang wanita.

papanjas3

.

Ternyata, di jaman yang serba canggih, di sebuah negeri yang terkenal akan teknologi otomatisasi dan robotikanya, tenaga manusia masih dibutuhkan untuk menjadi pemegang papan-penunjuk-arah.

Mau coba? Daftar di mana ya?

.

[Gm]

Catatan:

  • Seumur-umur, si Dogol ini mungkin baru beberapa kali menggunakan Jas. Yang masih ingat adalah: kali pertama saat sidang sarjana, kali kedua ketika wisuda sarjana, kali ketiga dan keempat saat foto keluarga dan terakhir saat overdressed di sebuah wawancara kerja. Udah gaya, masih saja ditolak. Nasib. Memang tidak jodoh. Eh, waktu pakai jas masih lolos ding. Gagalnya baru di tes berikutnya.
    .
  • Jangan tanya saya apa yang ditulis di papan penunjuk arah itu. Kemampuan men-decode sandi rumput saya masih parah.
    .
  • Paparan ini ditulis tidak untuk mendiskreditkan para pekerja di atas. Paparan ini justru mengekspresikan keheranan dan ketertarikan atas profesi jenis ini.
    .

Paparan ini ditulis dan di’naik-cetak’kan menggunakan Blogdesk dan koneksi JCOM. Ditulis dalam kehangatan kotatsu di kamar kontrakan, ditemani istri yang sedang menonton acara-ndak-jelas di televisi. Foto-foto diambil dari koleksi pribadi, dijepret di antara Ookayama-eki dan kampus TITech (Tokodai) di Ookayama, Terima kasih telah membaca ini.

Filed under: Talks about everything, Talks about his day, Talks about information, Talks about it in Bahasa Indonesia

15 Responses

  1. machmoedsantoso says:

    euuu..jadi itu papan tulisannya apaan yah ??

  2. Pury says:

    wew… mungkin dipengaruhi faktor iklim juga kali ya,mas.. coba kalo di indonesia.. para pekerja pake jas semua… emmmm… udah mah udaranya emang panas.. damri/trans jakarta/angkot gag ada ACnya kalopun ada saking desek2anya ampe gag kerasa..
    em,,, jadi males pake jas/blazer… mau rapih tapi nyiksa diri..xixixixixi
    alhasil (di indo) yang pake jas/blazer ya yang naek mobil pribadi (full AC) trus turun mobil langsung masuk gedung berAC juga..
    kalopun ada yang pake jas selain orang diatas paling tuntutan profesi (takut ma atasan ato untuk sekedar lebih meyakinkan penguji pas lagih sidang kelulusan :mrgreen: )

    sedangkan di jepang pake jas selain bikin anget.. bisa juga sekaligus gegayaan gituh.. :D
    di negara dengan empat musim (kayaknya..) perkembangan mode lebih cepat trus variatif.. xixixixixixixi

    • [Gm] says:

      Hummm… tapi orang-orang itu masih menggunakan Jas yang sama walaupun sedang musim panas (yang lebih panas dari Jakarta) hehehehe…

      Jadi gaya mengalahkan segalanya, ya? :D

  3. machmoedsantoso says:

    beuh, penjelasan dari mbak taikotari lebih mantap.. makasih mbak..

    itu gimana cara reply komen kaya gitu goy euy ??

    • [Gm] says:

      Di bawah masing-masing komen itu kan ada tombol ‘reply’. Nah, sebelum ngisi komen, klik dulu si tombol reply dari komen yang pengen ente bales. Misalnya ente pengen bales komen awak yang sekarang, nah klik tombol ‘reply’ di bawah komenku ini. Kalau mau reply komen lain, ya kliknya di tombol ‘reply’ komen lain.

      Untuk mengaktifkan menunya (tombol ‘reply’), silakan lihat di tautan ini

      Good luck! :-)

    • taikotari says:

      sama sama…. :) itu lagi ada open house. padahal goi kamu pura2 liat rumahnya aja. hehehe. berasa kunjungan kehormatan gitu.

  4. duy says:

    huah, seru ya goi hidup barumu disana…
    gue masih bingung kenapa musti dipegangin ya? mungkin pajeknya beda kali ye kalo pasang spanduk sama kalo dipegangin orang.. hehehe
    tapi bagus juga sih, kalo di indo mah meureun tuh papan2 permanen yang ada di belakang orang2nya itu udah pabalatak penuh ditempel brosur ‘ADA SULAP ADA SIHIIRRR’ atau ‘DALAM RANGKA HUT RI…’ :p

    • [Gm] says:

      Logika saya sejalan dengan perkiraan elo, Duy… memasang papan-arah itu perlu ijin dari PemKot setempat, dan sepertinya ya harus bayar (mungkin mahal sekali, karena kayaknya jarang banget liat spanduk atau semacamnya). Solusi yang paling ekonomis ya mungkin dengan ‘memasang’ tanda-tanda sementara seperti gini lah.

      Tapi ini hanya logika saya. Kebenarannya belum diketahui.

  5. benx says:

    sepanjang jalan ke puncak Bogor juga banyak yang begini. Cuma bedanya, kalau yang di Jepang pakai jas, kalau yang di puncak pakai sarung (gaya atau kedinginan ya, hehehe).

    Eh, pertanyaan serius ni.
    Berapakah gaji para penunjuk-berjas itu?
    Jangan-jangan lebih besar dari gaji Saya jadi insinyur di Indonesia.

    (Masih shock ni dengar info gaji di Itali dari si Bule Alesandro Delpiero)

    • [Gm] says:

      Wah, masalah bayaran, awak belum tahu nih. Yang pasti sih, kalo di-rupiah-kan pasti jadinya buesar :D…

      bedeuhh… gimana tadi wawancaranya?

Leave a Reply

[Gm] is…

(also goes by the name of Cahyo, Goyo, Gojo, Gm, Martosc, cdmrtj)


| 29 years old |Male, Engineer | not yet married but planning to | falling to a wonderful lady, far far away | a simple kind of person, yet refuse to have a simple life | has a lot of goals and not afraid of taking the first step | working hard to make a legacy for the world | believes in faith but somehow always fight one | believes in miracle and always has one |


Would you like a random tour of this blog? Click here

Not-so-fresh

Disclaimer…

This blog represents [Gm]'s simplified mind :: Not affiliate with or as representative for any institution or company :: All Posts are simply [Gm]'s opinion :: Visitors are allowed to copy any posts, but encouraged to mention this blog or contact as the source ::


:: Thank you and enjoy your stay! :: [Gm] ::



Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported License, unless specified otherwise.




... karena BLOG JUGA ADALAH KARYA CIPTA. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemilik karya atau paling tidak menyebutkan sumber asal. Hitung-hitung bersilaturahmi dan memperluas pergaulan, bukan? :-)


Banner