Ini masih cerita oleh-oleh dari Taiwan. Sepertinya di Jepang juga ada sih tempat parkir sepeda susun seperti ini, tapi baru sempat menulis dan memfoto barangnya saat berada di Taipei, Taiwan. Anggap saja ini tambahan untuk cerita parkir sepeda yang waktu itu.
.
Rupanya Taipei merupakan salah satu kota yang ramah sepeda juga. Dapat dilihat dari jumlah sepeda yang berlalu-lalang ataupun nangkring di tempat parkir. Salah satunya di Tai Power Building Station, stasiun MRT yang paling dekat dengan tempat si Dogol menginap.
Salah satu permasalahan dari penggunaan sepeda adalah penyediaan lahan parkir, dan inilah salah satu solusi parkir yang ditawarkan pemerintah kota Taipei: Lahan Parkir Sepeda Susun.
.

.

.
Dan cara penggunaannya dapat dilihat di gambar berikutnya (klik gambar untuk memperbesar).
.
Untuk faktor keamanan, pemilik sepeda harus menyediakan sendiri gembok atau rantai-bergembok, dan memasangnya sendiri di sepeda masing-masing.
Ada yang menarik lagi. Tempat parkir susun ini disediakan secara gratis di tempat-tempat umum seperti stasiun MRT, mal, kampus dan kantor pemerintahan — berbeda dengan Jepang yang tidak menyediakan tempat parkir sepeda di dekat stasiun kereta api. Kalaupun ada, biasanya tidak gratis.
Walau di Taipei gratis, cara parkir ini rupanya kurang diminati di seputar Tai Power Building Station, terlihat dari jejeran sepeda yang memenuhi trotoar tanpa ada satupun sepeda diparkir di tempat parkir susun. Mungkin karena proses memparkirkan sepeda di tempat parkir susun itu sedikit merepotkan. Tapi lihat akibatnya, jejeran sepeda itu sedikit merusak pemandangan kota. Apalagi banyak dari sepeda-sepeda itu yang sudah berkarat dan tampak tidak layak pakai.

.

.
Kondisi berbeda, kurang lebih 1 km dari tempat itu — tepatnya di depan kampus NTU, jejeran dan tumpukan sepeda tersimpan lebih rapi di tempat parkir sepeda susun. Pejalan kaki (dan pengendara sepeda) dapat menggunakan trotoar dengan nyaman (klik gambar untuk memperbesar).
.
[Gm]
Paparan ini ditulis dan di’naik-cetak’kan menggunakan Blogdesk dan koneksi pinjeman dari Wiku. Ditulis (dalam buku catatan) di salah satu kedai MOS Burger di Taipei, lalu ditulis-ulang dan di’naik-cetak’kan (melalui BlogDesk) di Aula Serbaguna kampus Suzukakedai (TITech), sambil menunggu waktu janjian dengan Wiku. Terima kasih telah membaca ini.
Filed under: Talks about design, Talks about everything, Talks about information, Talks about it in Bahasa Indonesia







beuuh… mantap pisan, rapih..
ada pernah laporan kehilangan ga ??
Waduh, gak sempet nanya ke kantor polisi, Muy… lagipula, kagak bisa bahasa mandarin yeuh :D…
goy. eta kumaha munculkeun Rate This ??
Caranya: masuk ke dashboard blog ente (my dashboard, bukan global dashboard), trus di menu sebelah kiri ada tulisan rating… klik panahnya, ada settings dan reports… nah, diutik2 aja di situ :-)…
Yang sayah malah mau dimatiin sekarang, Muy… gak ada gunanya, gak pernah ada yang ngisi juga hihihihi…
oo gitu,, asa gaya aja klo ada hehehe… iya yah ga guna klo ga ada yang ngisi..
heheh..setidaknya udah tau caranya ,, nuhun goy.