Dogol Bicara Bocah dan Cita-cita

10 08 2008

Si Dogol punya keponakan berumur delapan tahun. Seorang anak kecil yang lucu, cerdas dan tentunya jauh dari dogol. Hobinya adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan mobil. Saking kritisnya, saat usia kurang dari lima tahun pun ia sudah bisa membedakan jenis dan merk mobil. Bahkan tahun-tahun pembuatannya yang (biasanya) ditandai dengan perbedaan desain lampu depan atau belakang.

Kemarin siang si Dogol berkesempatan mengobrol banyak dengannya.

Bocah kecil yang punya beribu pertanyaan tentang mobil dan kendaraan-kendaraan lainnya. Terkadang sulit untuk menjawab pertanyaannya yang begitu mendetail. Sulit karena jawabannya melibatkan banyak definisi, istilah dan logika fisika-mekanika yang jelas belum ia miliki.

.

Lalu, seperti biasa, dia ingin melihat gambar truk dan mesin-mesin pertambangan lainnya. Gambar-gambar dari kumpeni lama yang tersimpan manis di hard-disk komputer jinjingku selalu membuatnya senang dan bertanya lebih banyak lagi. Terkadang pertanyaan yang sama terulang kembali.

Setelah puas melihat-lihat, dia mengutarakan cita-citanya ingin menjadi insinyur mesin. Ia ingin membuat mobil. Kuceritakan padanya bahwa membuat mobil membutuhkan banyak orang, tidak hanya insinyur mesin.

Kenapa, tanyanya. Kucoba terangkan mengenai insinyur material/metalurgi yang bertanggung-jawab mengenai material yang digunakan, desainer seni yang mengerjakan desain interior dan eksterior mobil, insinyur elektro yang mengerjakan desain sistem kelistrikan mobil, insinyur penerbangan yang bekerja di bidang aerodinamika mobil serta insinyur dan ahli-ahli lainnya.

Akh, jawabannya aku rasakan terlalu jauh dan dalam untuk dimengerti oleh sang bocah.

Namun dia masih bertanya lagi dan lagi. Si Dogol pun harus selalu menjawab dengan sesederhana mungkin ~ dan yang pasti ~ tidak memberikan jawaban bohong ataupun misleading.

Sang bocah tampak sangat kehausan informasi. Begitu kritis, begitu cerdas. Usia-banyak-pertanyaan seperti ini tidak boleh disia-siakan. Jangan sampai dia merasa takut bertanya. Jangan sampai pertanyaannya tidak terjawab. Jangan tutup cita-cita dan impiannya dengan informasi yang salah.

Tak tahu juga apakah ia masih bercita-cita jadi insinyur mesin yang membuat mobil saat kelak ia tumbuh dewasa.

***

.

Aku melamun sepanjang perjalanan pulang, mengembalikan ingatanku kembali ke saat aku masih seusianya. Apa minatku dulu? Apa cita-citaku dulu?

Aku tak bisa mengingatnya, walau ibuku pernah bercerita bahwa saat masih kecil aku senang sekali pada alat-alat berat. Kebetulan dulu banyak alat berat mampir perumahan kami yang sedang dibangun.

Mungkin sekali ibuku benar, karena ternyata kekagumanku pada alat-alat berat dan besar itu masih ada sampai sekarang. Apakah ini juga berarti aku mempunyai cita-cita menjadi insinyur mesin semenjak kecil? Tidak juga, karena sepertinya saat masih kecil aku lebih senang jadi operator alat berat daripada orang yang bekerja di balik alat-alat tersebut (baca: insinyur).

.

Bagaimana dengan teman-teman? Apa cita-citanya dulu waktu masih kecil? Apakah sekarang telah (atau dalam proses menuju) tercapai?

.

:.\Gojo

Paparan ini ditulis dan di’naik-cetak’kan menggunakan Blogdesk dan koneksi Fastnet. Terima kasih telah membaca ini.


Actions

Information

9 responses

10 08 2008
pandu

Gw inget banget dari dulu selalu pengen jadi pembalap…
Inget waktu SD pernah bilang sama nyokap, ma aku pengen jadi pembalap aja ah,
Waktu itu rally, sama motoGP =)
ada satu lagi,,, samar2 antara pilot atau astronot…

tapi memang benar kalo cerita sama anak kecil harus hati2 banget jangan sampe mematikan semangatnya…

sekarang?
hm… masih pengen, dan semakin pengen… tapi kok ya nda mungkin rasanya…
sekarang bisa dibilang menuju kearah perwujudan cita2…
kerja yg bener, biar bisa nyobain mobil balap sendiri sama nyoba terbangin pesawat tempur =)

11 08 2008
Dita

Arsitek.
Walau beberapa kali berganti cita-cita, tapi arsitek ga pernah terlupakan.
Dari kecil saya selalu membayangkan menjadi orang yang menggambar rumah, gedung, dan bangunan lalu mewujudkannya.
Sampai suatu titik di kelas 3 SMA, saya tidak mau lagi menjadi arsitek.

Dan saya jarang sekali menyesali hal itu :)

11 08 2008
.\Gojo

Pandu,

Ayoh berjuang, ndu!… semoga bisa nyobain mobil balap dan pesawat tempurnya hehehehe…

Dita,

Hahahaha… berubahnya justru di saat ‘penentuan’ mau kuliah ya? …

Bagus dong, jangan pernah menyesali sesuatu, Dit… gak ada gunanya :)…

13 08 2008
wiku

Mau jadi insinyur doang … tapi ga kesampean ampe sekarang :( sighh….

13 08 2008
.\Gojo

wiku,

Sepertinya jalurmu memang bukan di sana, wik… tapi nanti setelah jadi dosen juga bisa kan nginsinyur? :D

26 08 2008
Taiko Tari

Emang Zuhdi funky sekaleeee. Goi waktu kamu kecil, kamu gemar sekali dengan traktor dan setum, mobil2 buldozer yang kuning yang ngehalusin aspal. Kalo di kompleks ada mobil2 besar tersebut, kamu pasti pagi2 maunya ke mobil itu dulu baru makan.

27 08 2008
.\Gojo

Taiko Tari,

hihihihihihi… begitu yah? aku sudah lupa hihihihihi…

5 10 2008
glitterpury

dulu mau jadi polwan,,, :) sampe-sampe kalo lagi jalan-jalan trus ketemu polwan.. perjalanan harus dihentikan… trus harus salaman dan hormat sama polwannya :)) dulu juga saya punya topi polisi-polisisan sama pistol-pistolan heheheheh,,, suka dipake maen2 sabil teriak teriak.. “yang nakal aku tembak..”
sekarang mah cita2nya ganti ah…mau jadi istri presiden ajah hahahahahahah……. presiden apa ya…

5 10 2008
.\Gojo

glitterpury,

Istri presiden? Dengan lelaki pilihan pury yang sekarang kayaknya bakal susah deh… bisa jadi presiden apaan si wiku? :D…

Leave a comment