Hari ini si Dogol terbaring di rumah. Bukan, bukan karena sakit berat yang mengharuskan bedrest. Namun karena encok-pegel-linu (?!?).
Cedera pinggang akibat angkut-angkut barang saat pindahan ruangan kantor kemarin masih begitu terasa di pinggang. Aneh sebenarnya, tidak ada barang-barang super-berat yang si Dogol angkat. Nyeri pinggang ini pun baru dirasakan sekitar 30 menit setelah semua barang selesai dipindahkan.
Petunjuk-petunjuk cara mengangkat yang benar pun rasanya sudah si Dogol terapkan, tapi yang namanya takdir siapa yang menduga? Walau sudah merasa penuh persiapan, kalau ada yang terlewat ya tetap saja bisa terkena sial.
.
Menderita penyakit pinggang ini aku rasakan lebih menyedihkan daripada sakit flu berat (dasar si Dogol, tidak pernah puas, mungkin kalau lagi sakit flu berat komentarnya akan berbeda). Kondisi mental sehat, otak pun masih bisa produktif, namun sayang pinggang tidak bisa mengikuti keinginan. Berbeda dengan (misalnya) flu berat yang memang mengharuskan istirahat dan minum obat.
.
Rasanya seperti lumpuh dan terkukung.
Si Dogol masih bersyukur bahwa kondisi ini hanyalah sementara. Sebuah pelajaran yang dapat diambil, bahwa kelumpuhan adalah sesuatu yang sangat menyiksa.
Ketika ide dan niat begitu menggebu, namun di sisi lain merasa tidak mempunyai kuasa untuk mengubah keadaan. Mungkin sama seperti rakyat Indonesia. Tahu ada yang salah, punya banyak ide untuk memperbaikinya, tapi tak kuasa untuk melakukannya. Lumpuh! *Wah, terlalu mendramatisir sepertinya. Hehe.
Sangat tersiksa.
.
Tahukah teman-teman, apa hal yang paling menyiksa? Ya betul, rasa lapar. Si Dogol yang sedang ‘lumpuh’ ini belum makan sedari pulang kantor kemarin.
Sedihnya ‘lumpuh’ sendirian…
.
Cukup! Jangan banyak mengeluh. Masih banyak orang-orang dengan nasib yang lebih sial dari si Dogol… Masih banyak yang lebih lapar dari si Dogol, dan masih banyak yang lumpuh seumur hidupnya.
Ayo, Gol… Bergerak! Bangun! Mandi! Kuatkan batin untuk membenahi diri. Semoga besok ‘kelumpuhan’ ini sudah membaik.
Mengeluh tidak banyak gunanya, selain sedikit nyenengin hati dan mengkasihani diri sendiri. Tidak! Si Dogol tidaklah sedogol itu.
.
If you have time to whine and complain about something then you have the time to do something about it
Anthony J. D’Angelo, The College Blue Book
.
Ayo bangun!
.
:.\Gojo
Catatan: Ya, paparan ini terkesan sedang mengkasihani diri sendiri sambil mencari simpati teman-teman. Jauh di lubuk hati si Dogol, harus diakui bahwa motivasi tersebut sangat mungkin benar. Namun, semoga teman-teman bisa mengambil manfaat dari tulisan-pribadi-tak-mutu ini. Dan semoga si Dogol bisa menjadikan paparan ini sebagai sebuah peringatan agar hal tersebut tidak terulang lagi.
Paparan ini ditulis dan di’naik-cetak’kan menggunakan Blogdesk dan koneksi Fastnet. Terima kasih telah membaca ini.
Geus mulai kolot berarti tah, kalsium tulang berkurang, jadi cepat jenuh dan lelah.
Heu9.
Sotoy pisan urang teh nya,heu.
ayo semangat :)
AYo semangat Pak Tua :D
koyo cabe…
menghilangkan pegal linu, encok rematik, bahkan bikin keringetan sebadan-badan…
kurang pemanasan tuch… :)
machmoedsantoso,
Wah, ini gak ada hubungannya dengan tulang. Tapi dengan otot pinggang hehehe… tapi benar, udah agak tua. Sering malas berolahraga nih…
Ijal,
Siap! Laksanakan!…
Wiku,
Ayo semangat juga, pak Tua =)
sez,
Iya nih… gak nyangka kalo yang begini harus pemanasan sih… =D…