Selamat Siang, teman-teman semua. Idul Fitri telah tiba, dan hari ini aku merayakannya di kampung seberang. Sendiri, jauh dari teman dan kerabat. Ini merupakan kali kedua si Dogol merayakannya jauh dari keluarga. Sendiri, tapi tidak sendirian.
Tidak sendirian? Bukankah semua orang itu pada dasarnya bersaudara? Tidak hanya sesama muslim, tapi semuanya.
Aku percaya bahwa saudara tidak ditentukan dari darah (apalagi agama), namun justru lebih bergantung dari hati.
Pada kesempatan kali ini, izinkan si Dogol mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri.

Lho kok Gambarnya armada Bis?
Aku juga ingin meminta maaf apabila si Dogol ini sudah terlalu banyak melakukan kedogolan pada anda, baik itu yang disengaja ataupun tidak disengaja. Baik itu lahir (fisik) maupun batin (mental).
Ucapan selamat dan permintaan maaf ini terutama ditujukan pada saudara-saudara si Dogol yang berada di perantauan atau sedang bertugas.
Termasuk salah seorang teman si Dogol yang saat ini justru baru memulai perjalanan ke negeri Sakura untuk melanjutkan studi. Berpisah dengan keluarga justru pada hari lebaran ini.
Termasuk beberapa teman si Dogol yang saat ini sedang bertugas di rig, entah di laut mana sekarang
Termasuk petugas polisi yang tetap menjalankan tugasnya meski ketupat dan opor sudah memanggil-manggil di rumah
Termasuk para supir bis dan angkutan yang tetap bekerja mengantarkan para pemudik ataupun warga yang ingin melakukan silaturahmi berkeliling kota
Termasuk petugas PLN yang tetap bekerja mengawasi mesin-mesin pembangkit listrik, untuk memastikan pasokan listrik tetap mengalir ke rumah kita
Termasuk petugas-petugas pertokoan yang menyegerakan makan kue lebaran di rumah agar bisa segera bertugas melayani warga yang ingin berbelanja kebutuhan sehari-hari
Termasuk petugas-petugas lainnya yang tidak mampu si Dogol sebutkan semua di sini
Untuk semua orang yang merayakan dan menghormati kami yang merayakannya, sekali lagi, si Dogol ucapkan selamat hari raya Idul Fitri. Semoga hari ini (dan juga bulan Ramadhan yang baru berlalu) membawa banyak berkah. Semoga kita semua juga masih diberi berkah untuk bertemu dengan Ramadhan dan Idul Fitri yang berikutnya.

Sekarang mengerti kan, mengapa gambarnya armada bis?
:.\Goio
Paparan ini ditulis dan di’naik-cetak’kan menggunakan Blogdesk dan koneksi Starhub. Terima kasih telah membaca ini.





Minal ‘aidin wal fa’idzin
Maafkan lahir dan batin
(bacanya dengan irama dangdutan, ok?)
Itu bis di Singapore yang tulisannya begitu? hihihi… pake bahasa Melayu jreng.
Selamat Idul Fitri, Mohon maaf lahir batin…
Jd pengen makan ketupat Singapore nih.. :D TaqobbalAllahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir & batin.
Untuk Semuanya, terima kasih sudah mampir. Selamat Idul fitri , mohon maaf lahir batin ya…
Taiko Tari,
Lah, bahasa resmi di sini kan emang bahasa melayu. Lagu kebangsaannya aja bahasa melayu kok =).
*walau pada kenyataannya sebagian besar warganya hanya bisa menyanyikan lagu itu tanpa tahu apa artinya hihihihi…
edratna
Iya, bu… sama-sama =)
rendra,
glek… aku gak makan ketupat =(…
selamat lebaran, Geng… dosa2mu sudah kumaafkan =P…
Selamat Idul Fitri, Goi. Mohon maaf lahir dan batin. Lebaran ga cuti?
hyahahaha.. foto yang lucu sekali, bung! eid mubarak! maap2 ya..
isadikin,
Terima kasih kun. kagak cuti euy, soalnya kemaren awal puasa dah cuti.
bodhi,
sama2 bodh… maapin aku ya =)
eh, kita udah maap2an belum yah? hihihihihihi.. lupaa.. :P.. *mode short memory lost.. :D*..
goio. moh ap lah en bat yahhh.. ap say suk bik kam mar2 gar2 say suk mot.. heuheu.. :D..
# Q
Q,
Iy Q, sam2 yah…la kal jang diul ya.. :D