Aku menemukan kata-kata ini ketika sedang mengikuti sebuah pelatihan. Kata-katanya bagus.

Lalu? Jadi?
Aku kutip kembali kata-katanya:
The considerate man changes himself to suit the world.
The inconsiderate man changes the world to suit himself.
All change comes from the inconsiderate man.Marcus Aurelius, Roman Emperor
Atau kalau sudah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia secara dogol:
Orang yang penuh pertimbangan akan mengubah dirinya agar sesuai dengan kondisi dunia.
Orang yang kurang pertimbangan akan mengubah dunia agar sesuai dengan kebutuhan dirinya.
Semua perubahan terjadi dari orang yang kurang pertimbangan.
Marcus Aurelius, Kaisar Roma
Kata-kata dari Marcus Aurelius yang sudah di-konteks-kan ke arah paparan dogol ini
Betul, aku setuju dengan kata-kata di atas. Manusia memang dikenal sebagai makhluk yang paling adaptif. Apapun perubahan yang terjadi pada dunia, manusia bisa bertahan hidup. Adaptasi itu lah yang kemudian menjadi ilmu pengetahuan. Teknologi. Manusia itu merupakan bagian dari keseluruhan sistem di alam. Perubahan yang terjadi pada manusia, tentunya akan mempengaruhi perubahan pada alam. Sekecil apapun itu. Bahkan mungkin bisa menjadi sebuah efek kupu-kupu ketika sebuah perubahan kecil berujung pada perubahan besar.
Jadi, menurut si dogol ini, perubahan itu pasti terjadi. Suka atau tidak. Aku – dan mungkin juga kamu – menyukai perubahan. Perubahan ke arah yang baik tentunya. Aku – dan mungkin juga kamu – butuh perubahan. Sebuah kebutuhan mendasar dari seorang manusia untuk berubah. Dengan berubah dan melakukan perubahan, aku – dan mungkin juga kamu – akan menjadi inconsiderate man.
Adalah takdir manusia untuk menjadi inconsiderate man… Pertanyaannya, Seberapa inconsiderate kah anda? Bisakah aku – dan mungkin juga kamu – memproporsikan diri lebih besar ke arah considerate daripada inconsiderate?
Bisa, tentu bisa. Berani mencoba?
:.\Goio
Paparan ini ditulis dan di’naik-cetak’kan menggunakan Blogdesk dan koneksi Starhub. Paparan sudah diedit (14 Juni 2007) karena protes dari beberapa teman atas penyalahgunaan hak mengutip. Foto merupakan koleksi Goio. Diambil dari Green House, Pulau Ubin – Singapore. Terima kasih telah membaca ini.





berat dan sungguh dalam :-(
huahhh gw juga butuh perubahan!! merubah diri gw yang sangat pemalas sekali sehingga gw gak lulus dua mata kuliah (sampai saat ini-karena belum semua nilai keluar). gw butuh merubah paradigma gw tentang hidup gw. gw butuh merubah jenis kelamin gw bila suatu saat gw kelelahan menjadi cewek (dan gw tau gw cukup ganteng menjadi cowok…:P). damn.gw butuh banyak perubahan!! ck..ck…ck…ngerilah!!
Sighh…. i am totally lost, man! :( Maklum lah, dari dulu emang ga jodoh ama sastra…. Mendingan kita maen Dota aja yuk :p Heehehehhe
Ada yang bilang ..
Jadi menurutku, bila ingin berubah, siapkan solusi untuk masalah-masalah yang mungkin terjadi.
Bener Goy, ning pernah nonton film Butterfly Effect. Kadang rasanya menyesali keputusan masa lalu dan berandai-andai untuk bisa kembali mengubahnya.
Tapi akhirnya ngerti bahwa setiap perubahan atau pilihan untuk tidak berubah tetap ada konsekuensinya. Setidaknya dengan pertimbangan, kita punya jeda untuk menyiapkan diri menghadapi segala sesuatunya.
considerate disini artinya bukan pertimbangan. tapi pengertian, tenggang rasa. jadi orang2 yang mengubah dunia adalah orang2 ndablegh, ngawur, ga tau aturan :)
menjadi seorang considerate (wo)man itu tidak mudah…
Buat semua, makasih udah mampir, maap baru mbales sekarang…
Luthfi,
enggak kok, gak dalem… ini hanya sekedar kata-kata dogol…
muthe,
hummm… sebenarnya bukan ke situ sih arahnya hehehehe…
wiku,
bah… kaw kan kemaren dulu kuliah di sastra mesin, kok ya ngaku2 gak jodoh sama sastra?
FRL,
moga-moga gak terlalu lama mikirin solusi2nya, ntar malah gak berubah-berubah deh hehehe…
cintabening,
betul… sedikit pertimbangan akan baik sekali… =)
isadikin,
sebenarnya aku juga mau pakai kata ‘pengertian’, tapi kemarin aku menulis ini maksudnya untuk sesuatu yang berhubungan dengan alam dan teknologi, jadi bukan hanya hubungan antara sesama manusia… jadi aku merasa penggunaan kata ‘pengertian’ ataupun ‘tenggang rasa’ kurang tepat… ‘pengertian’ dan ‘tenggang rasa’ menurutku masih terlalu sempit untuk mengungkapkan apa yang aku maksud dalam paparan kali ini. Thanks for your concern, anyway =)
rime,
jelas… tidak mudah… bahkan tidak mungkin, kalau menurutku. Ketika kita ‘considerate’ ke suatu hal, kita menjadi ‘inconsiderate’ terhadap hal lain …
tapi jangan terlalu banyak pertimbangan.. pusing lohhh.. :D..
*tapi seneng liat tampang goio dengan alis berkerut2 lagi mikir gitu… lutjuuu!!!.. jadi gatel pengen godain… hihihi.. :D*..
pertanyaan: inconsiderate itu kan artinya ada dua (dikutip dari dictionary.com)
1. “lacking regard for the rights or feelings of others”
atau
2. “without proper consideration or reflection”
nahh.. jadi bingung nih.. ini inconsiderate yang mana?
btw, kurang pertimbangan itu = tanpa pertimbangan yang matang gak sih? kok asa beda yah? :D *ahh.. bahasa indonesia kacau beliau aja sok2 bisa ngebedain.. hihi..*
# Q
wah ada yg tiba2 menuntut perubahan…revolusi? atau cuman evolusi?
perubahan itu adalah sebuah keniscayaan….
yang menjadi pertanyaan lanjutan, apakah perubahan itu memberi efek positif? atau cuman sekedar metamorfosisi yang tak berefek apa-apa…
Nah, berarti semua dari kita pasti akan berusaha berubah. Tapi yang membedakan hasil dari perubahan itu adalah usaha dari tiap individu.
Nah, setiap individu punya usaha yang tidak sama kerasnya buat menghasilkan solusi atas masalah yang mungkin terjadi akibat perubahan itu.
Sehingga, individu yang pemalas cenderung untuk tidak berubah. Dan, bangsamu ini cenderung pemalas. Jadi, let’s get ready to have no change.
Barusan awak ngomong apa ya..?Kekekek
rusle,
Humm.. aku sih ingin merevolusi diri =)… menuju sesuatu yang aku anggap baik. mau ikut?
FRL,
Bangsamu? Bangsaku itu bangsamu juga kan? Kalau Frilo tidak mau berubah (menuju ke arah yang lebih baik) ya silakan saja… itu pilihanmu, dan aku menghormatinya…
Perubahan ya gak akan terjadi kalo semua orang memilih untuk tidak berubah. Aku ingin berubah, jadi pernyataan sebelum ini menjadi tidak berlaku. Sejauh apa hasil dari perubahanku terhadap bangsa? mungkin sangat kecil… tapi tak apa-apa. Setidaknya hasilnya akan besar bagiku pribadi… dan mungkin juga bagi orang2 terdekat =)…
Karena itu kebutuhan dasar (according to this article), jadi awak selalu berubah..Template awak berubah terus..Kekekek..
Awak ga membawa isu perubahan dalam skala kebangsaan tapi individu..Dari yang awak rasa selama ini, orang-orang cenderung memilih menikmati apa yang ada instead of berubah..
iya nih, akhir2 ini kepala gw ngaco! :P ada yang berkenan memukul kepala gw dengan balok kayu?!!
Yap, setuju, manusia memang makhluk yang hebat. Bisa menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan yang ada.
Dengan perubahan yang dalam bahasa saya metamorfosis manusia selalu dan selalu haus untuk berubah dan menjadi apa yang menurut mereka lebih baik.
hanya orang mati dan yang menganggap dirinya telah mati yang merasa hidupnya tidak pernah berubah…
Emang kayaknya orang nyleneh-lah yang bisa mengubah dunia. Aku termasuk nyleneh gak Goy?
qnoi said :
tapi jangan terlalu banyak pertimbangan.. pusing lohhh.. :D..
mmm….maksudnya? hahahahahah….
tuh kan bos, saya bilang juga apa..wanita butuh kepastian =D
btw, buat muthe..yang benar itu seperti yang si Bos bilang.. mengubah.. bukan merubah (emangnya siapa yang mau jadi rubah =p)
jadi mau berubah apa engga? ya tgtg perlu apa engga…klo mau survive ya gitu deh, di mana bumi dipijak disitu langit di junjung, klo perlu manusia nyebur laut bia jd lumba2 punya sirip …
Halo semua, maap ya baru sempet dibales sekarang.
FRL,
bagaimana dengan dirimu? pengen perubahan gak?
muthe,
*Dzieeg!* … lagi?
anas,
betul… menjadi yang lebih baik bagi si manusia itu. Namun, apakah disadari bahwa perubahan itu juga membawa efek ke orang lain, sekeliling, alam dll?… apakah itu pasti baik juga? kalo menurutku sih … belum tentu =)…
imcw,
aku setuju =) ….
benx,
akh… kepastian kan cuman punya Allah, benx =) .. *diplomatis gak sih?
Evy,
Tidak tertutup kemungkinan lho, bu dokter. Kalau air laut terus bertambah tinggi, dan akhirnya jadi ‘waterworld’, mungkin manusia jadi bersirip seperti lumba2 =)…
Being considerate and the otherwise, I think – depending on the situation/circumstances at hand… In politics, I guess that would play an important role of when to become inconsiderate and the opposite.. :)
kampret nyasar!,
Hahahaha… well, politics is full of consideration… and … much more inconsideration … =)
Kita harus selalu berubah, tentu kearah yang positif. Kalau tak mau berubah, maka kita akan digerus oleh arus perubahan. Daripada terkaget-kaget, kenapa kita nggak selalu melihat perubahan disekeliling kita, lingkungan keluarga, pekerjaan, teman2 dsb nya.
(Yg lagi selesai baca buku nya pak Rhenald tentang Change…tapi benar kok yang diceritakan, karena selama bekerja selama 26 tahun lebih, berapa kali terjadi perubahan signifikan diperusahaan…dan memang kita harus ikut didalamnya, agar bisa mengikuti perubahan itu)
edratna,
sebenarnya, yang ingin aku tekankan di sini bukanlah perubahannya, tapi bagaimana agar perubahan yang terjadi itu tidak ‘menyulitkan’ banyak pihak. Perubahan, walaupun tujuannya ke arah yang baik, aku yakin tetap akan menghasilkan efek-efek yang buruk. Nah, bagaimana kita bisa berubah, dengan pertimbangan yang matang, agar hasilnya lebih banyak baiknya daripada buruknya… begitu lah kira-kira =)
menurut gw perubahan itu pasti ada yang setuju dan yang gak setuju. nah elo harus bisa memilih yang lebih baik untuk tuhan, bangsa dan almamater.
nah gw mo nanya marcus aurelius itu di film gladiator yang mana si..?
saz,
Betul, itu maksudku San.. pilihan lo akan menjadi baik bagi satu pihak, tapi kemalangan bagi pihak lain. Tidak dapat dihindarkan. Jadi ya kudu penuh pertimbangan dalam memilih sesuatu =)…
Marcus Aurelius? klik aja di sini
[...] Untuk kasus ini, hal yang bisa dilakukan adalah menyelenggarakan kegiatan eksploitasi energi tak-terbarukan tadi dengan cara yang ciamik. Mempertimbangkan lingkungan. Menjadi manusia-manusia yang lebih mempunyai pertimbangan. [...]