Dogol Bicara KFC

6 11 2009

KFC logo-IntTentunya kawan-kawan kenal dengan yang namanya KFC. Pedagang ayam goreng berlisensi buatan Kolonel Sanders ini sangat dikenal di Indonesia, bahkan dunia. KFC adalah makanan cepat-saji yang paling si Dogol (dan istri) sukai, kalau dibandingkan dengan rumah-makan-cepat-saji yang lain.

Mengingat ketenaran KFC di dunia — dan juga lisensinya yang bersifat merantai (chain-store), maka bisa diperkirakan bahwa rumah makan cepat-saji ini akan banyak tersebar di seluruh dunia. Hal yang menarik adalah, untuk menyesuaikan diri dengan target pasar, maka menu yang dijual pun akan mengalami modifikasi. Pun juga dengan rasanya, tentu akan sedikit berbeda dari satu toko ke toko yang lain — dan logisnya, juga berbeda dari satu negara ke negara yang lain.

Si Dogol memang belum banyak mengunjungi negara-negara di dunia. Namun dari beberapa tempat yang pernah dikunjungi (bukan sekedar transit), hampir selalu menyempatkan mampir ke KFC setempat (kecuali saat ke Malaka, Malaysia). Bisa dibilang si Dogol sudah beruntung sempat mencicipi KFC di beberapa negara.

Nah, inilah peringkat KFC mulai dari yang terbaik sampai yang terburuk[1][2][3].

Read the rest of this entry »





Dogol Bicara Kotak Pos

1 11 2009

Sabtu, 31 Oktober 2009 kemarin si Dogol berkunjung ke kediaman baru sepupunya. Beliau baru saja pindah ke sana kurang lebih satu bulan yang lalu. Tempat tinggal sewaan si sepupu adalah sebuah apato yang terdiri dari (mungkin) enam unit — tiga unit di setiap lantainya. Untuk memudahkan petugas pos, koran dan semacamnya, lokasi kotak pos dari masing-masing unit diletakkan terpusat — dekat tangga dan ‘pintu masuk’ utama.

Kotak posnya mungkin biasa-biasa saja. Sebuah kotak paduan logam, dengan celah sempit tempat memasukkan surat, koran atau yang lainnya, sebuah pintu lengkap dengan kunci-kombinasi di bagian bawahnya.

Kotak-pos-1

.

Biasa sekali ya? Jadi, apa dong yang menarik sampai-sampai si Dogol menulis mengenai kotak pos ini?

Read the rest of this entry »





Dogol Bicara Minggu Pertama

22 10 2009

Cerita berikut bersifat pribadi, mungkin tidak terlalu bermanfaat buat orang-orang yang nyasar ke blog ini untuk mencari informasi ataupun ilmu. Hehehe.

.

Tidak terasa, sudah satu minggu berada di kampungnya Oshin. Bukan kali pertama datang ke sini, tapi pertama kalinya datang untuk menetap. Ada yang berbeda.

Beberapa hari pertama dihabiskan dengan membereskan rumah — tidak lain dan tidak bukan adalah untuk memberi tempat buat barang-barang si Dogol yang dibawa dari Indonesia. Tidak banyak sebenarnya, tapi rumah kontrakan kami relatif kecil dan sempit, jadi manajemen ruang yang baik adalah sesuatu yang kritis :-). Persiapan ini pun akhirnya kelar pada hari Minggu, 18 Oktober 2009.

Setelah itu, persiapan lain yang harus dilakukan adalah melaporkan diri ke kelurahan. Sebagai warga yang baik — dan bukan penduduk gelap — melaporkan diri dan membuat KTP (Kartu Tanda Penduduk, Alien Card) adalah kewajiban. Selain itu, aku juga harus mendaftar asuransi. Supaya kalau sakit dan lain hal tidak akan terlalu membebani keuangan kami. Semua itu bisa dilakukan di kantor tata-kota setempat.

Read the rest of this entry »





Dogol Bicara Akhir Episode Dua

3 10 2009

Akhirnya si Dogol melakukannya. Episode Dua dalam karir profesional si Dogol berakhir sudah. Bukan sebuah keputusan yang mudah, tapi juga bukan keputusan yang sangat sulit. Ketika hati sudah menjerit “Keluar!”, maka otak pun akan terpengaruh. Terkadang hati memang mempunyai hak veto dan mutlak.

Yah, begitulah. Si Dogol sudah mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai tukang insinyur sebuah pabrik di Cakung-Cilincing. Kemarin (Jumat, 2 Oktober 2009) adalah hari terakhir si Dogol bekerja di sana.

Apa rencana selanjutnya, Goj? Sudah ada rencana Episode Tiga?

Rencana tentu ada, tapi Episode Tiga masih belum jelas terlihat.

.

Hah? Maksudnya?

Read the rest of this entry »





Dogol Bicara Buka Bersama – Reuni 2009

30 08 2009

Salah satu berkah dari bulan ramadhan adalah berbuka puasa bersama. Bisa dengan teman-teman masa kini, utamanya juga sebagai momen untuk reuni. Temu muka dengan teman-teman kuliah, SMA, SMP bahkan teman SD. Hal itu juga lah yang kemaren si Dogol lakukan bersama sobat-sobat kentalnya dari jaman SMU. Ini berarti pertemanan yang sudah berumur 13 tahun sejak kami pertama bertemu dan 10 tahun semenjak kami ‘berpisah’.

Ada yang berubah? Menarik sekali ketika pertama kali bertemu lagi, dengan tatapan setengah tidak percaya mengamati perubahan fisik pada sebagian besar di antara kami; menggempal — menggendut — membuncit.

Aku sudah bertahun-tahun tidak berjumpa dengan sebagian dari mereka. Dua dari mereka datang ke pernikahanku tahun lalu, tapi sisanya sudah lama sekali tidak bersua. Posisi geografis yang berpencar-pencar membuat kami tidak berkesempatan untuk bertemu. Kali ini pun daftarnya hadirnya tidak lengkap; empat dari sebelas sedang tidak di pulau Jawa.

Read the rest of this entry »